Facebook SDK

banner image

8 Fakta Kasus JIS

Mulai terungkap satu persatu fakta tentang kasus kekerasan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS) beberapa waktu silam. Meski diawal penyidikan pihak berwajib menunjuk hidung para tersangka dengan tuduhan ‘pelecehan seksual’, namun belakangan fakta berbicara sebaliknya.


Fakta Pertama

Tuduhan:
MAK (salah satu korban) diduga telah mengalami tindakan kekerasan seksual sebelum dan sesudah hari ulang tahun salah satu temannya di tanggal 15 Maret 2014. Kemudian, ceritanya berubah menjadi tuduhan kekerasan seksual (sebanyak 13 kali) di toilet Anggrek Kampus PIE JIS pada jam sekolah dari bulan Desember 2013 - Maret 2014.

Faktanya:
Banyak foto MAK yang menunjukkan keceriaan di kurun waktu tuduhan tersebut. Di kurun waktu tersebut, MAK masih tetap pergi ke sekolah, bermain dan belajar seperti biasa. Terdapat kejanggalan bahwa seorang anak dapat dengan mudah kembali belajar dan bermain setelah diduga mengalami kekerasan seksual berulang kali. Lokasi toilet Anggrek menunjukkan keramaian di sekitar area tersebut dan dalam kurun waktu jam sekolah, sehingga patut dipertanyakan bagaimana seseorang dapat melakukan kekerasan seksual baik sekali maupun berulang-ulang kali dengan mengetahui bahwa di luar toilet terdapat keramaian.


Fakta Kedua

Tuduhan:
Berdasarkan gugatan perdata dan sidang pada 24 September 2014 tentang kesaksian Ibu korban dan sidang pada 13 Oktober 2014 tentang kesaksian Kak Seto, bahwa MAK mengalami trauma psikologis.

Faktanya:
Menurut kesaksian Kak Seto di Pengadilan, berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis yang telah ia lakukan, Kak Seto tidak dapat menyimpulkan penyebab trauma pada MAK. (sumber: sidang 13 Oktober-kesaksian Seto)

Selain itu Kak Seto menambahkan, apabila kondisi traumatis MAK memang benar disebabkan oleh perbuatan kekerasan seksual yang dilakukan di sekolah, maka MAK tidak akan kembali ke sekolah. Sebagaimana diketahui dalam kasus ini, MAK kembali ke sekolah dan menggunakan toilet tersebut berulang-ulang kali walaupun sebetulnya ia dapat menggunakan toilet lain. Kemudian, MAK juga kembali ke toilet Anggrek pada saat rekonstruksi oleh polisi. (sumber: sidang 13 Oktober-kesaksian Seto)


Fakta Ketiga

Tuduhan:
MAK tidak mau menggunakan celana. (sumber: gugatan perdata/sidang 24 September-kesaksian ibu korban)

Faktanya:
Menurut kesaksian David (salah satu pegawai JIS) di Pengadilan, ia melihat MAK menggunakan celana.  (sumber: sidang 1 Oktober-kesaksian David)
Kesaksian dan bukti foto dapat menunjukkan bahwa MAK terlihat sering menggunakan celana pada saat sedang bersekolah di kurun waktu tuduhan.


Fakta Keempat

Tuduhan:
AL (teman MAK dan juga salah satu korban) menyaksikan dugaan kejadian tindak kekerasan seksual terhadap MAK di dalam salah satu bilik toilet Anggrek. (sumber: sidang 8 Oktober-kesaksian Alex)

Faktanya:
Menurut kesaksian AL di Pengadilan, hal pertama yang terlihat ketika membuka pintu bilik toilet adalah “tembok”. Hal ini bertentangan dengan pernyataan AL sebelumnya yang mengatakan bahwa ketika ia sedang berada di dalam bilik toilet, ia melihat MAK sedang mengalami tindakak kekerasan seksual. (sumber: sidang 8 Oktober-kesaksian Alex)

Kesaksian Dewi Puji Astuti (Team Leader ISS) di Pengadilan memperkuat fakta bahwa yang dapat dilihat ketika membuka bilik toilet adalah tembok sehingga geografis toilet tidak memungkinkan AL melihat MAK sedang mengalami tindakan kekerasan seksual. (sumber: sidang 13 Oktober-kesaksian Dewi Puji Astuti)


Fakta kelima

Tuduhan:
Menurut Matriks Peristiwa (kekerasan seksual terjadi pada tanggal-tanggal di bawah ini):
a.             21 Januari 2014 : Virgiawan, Zainal, Agun,
b.            17 Maret 2014 : Zainal, Azwar, Syahrial
c.            20 Maret 2014 : Azwar, Zainal, Virgiawan, Syahrial

Faktanya:
Menurut Daftar Absensi Karawan ISS:
a) 21 Januari 2014 : Virgiawan and Agun tidak masuk kerja
b) 17 Maret 2014 : Zainal tidak masuk kerja dan Azwar ditugaskan di Cilandak
c) 20 Maret 2014 : Zainal tidak masuk kerja
Tuduhan terjadinya kekerasan seksual seharusnya di-cross-checked dengan jadwal-jadwal kerja di atas, tapi kenyataannya hal tersebut tidak dilakukan sehingga hal ini membuktikan bahwa tuduhan tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang ada.

Fakta Keenam
Tuduhan:
Bukti-bukti medis menunjukkan bahwa MAK mengalami tindakan kekerasan seksual dan mengakibatkan menderita penyakit seksual menular. (sumber: Gugatan Perdata, laporan kesaksian TH)

Faktanya:
a. SOS Medika:
- Tidak ada penyakit seksual menular.
- Dikonfirmasi oleh Dr. Narain, dokter yang memeriksa MAK di SOS. (sumber: sidang 29 September-kesaksian Dr. Narain)
b. Visum RSCM:
- "... tidak ditemukan luka-luka pada lubang pelepas."

c) RS Pondok Indah:
- Dokter yang tertulis di laporan RSPI, Dr. Lutfi, tidak mau memberikan keterangan.


Fakta Ketujuh

Tuduhan:
Menurut MAK, salah satu pelaku, Afrischa, melakukan kekerasan seksual terhadap MAK dengan memasukkan penisnya ke dalam anus MAK. (sumber: sidang 8 Oktober-kesaksian MAK)

Faktanya:
Afrischa merupakan seorang wanita.


Fakta Kedelapan

Tuduhan:
Pengakuan Para Tersangka Petugas Kebersihan.

Faktanya:
Menurut kesaksian David di Pengadilan, ia menyaksikan para tersangka dipukuli oleh polisi. (sumber: sidang 1 Oktober-kesaksian David)
Menurut kesaksian Agus Widodo (ISS) di Pengadilan, ia melihat muka para tersangka memar dan penuh luka pada saat ia sedang menemui para tersangka di kantor polisi. (sumber: sidang 13 Oktober-kesaksian Agus Widodo)
Salah satu tersangka, Azwar, meninggal di toilet Markas Polda Metro Jaya ketika menjalani proses investigasi. Tidak pernah dilakukan otopsi terhadap jenazah Azwar.
Seluruh pengakuan dalam BAP telah ditarik kembali oleh para Terdakwa karena ditandatangani dalam keadaan disiksa dan terpaksan mengakui hal yang sebenarnya tidak pernah mereka lakukan.


8 Fakta Kasus JIS 8 Fakta Kasus JIS Reviewed by Antitesa on November 11, 2014 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.