( Korban Tak Mengalami Trauma )
Ternyata, tindak asusila atau sodomi terhadap MAK, murid TK Jakarta Internasional School (JIS) yang dilakukan oleh sejumlah petugas kebersihan, tidak ada, alias tidak pernah terjadi alias bodong. Hal ini berdasarkan bukti-bukti berupa foto yang dibenarkan oleh saksi, Neil Murphy, dalam persidangan tertutup kasus JIS kemarin, 3/11, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Ternyata, tindak asusila atau sodomi terhadap MAK, murid TK Jakarta Internasional School (JIS) yang dilakukan oleh sejumlah petugas kebersihan, tidak ada, alias tidak pernah terjadi alias bodong. Hal ini berdasarkan bukti-bukti berupa foto yang dibenarkan oleh saksi, Neil Murphy, dalam persidangan tertutup kasus JIS kemarin, 3/11, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Beberapa foto yang dibenarkan saksi adalah
kegiatan MAK yang bermain prosotan pada tanggal 19 Maret 2014 pukul 10.37 WIB
dan wajah ceria MAK ketika bermain di kelas dengan siswa lain pada 20 Maret
2014 pukul 10.30 WIB.
Sementara dalam BAP disebutkan pada tanggal 17
Maret 2014 MAK disodomi oleh Agun, Azwar dan Syahrial sebanyak tiga kali.
Kemudian pada 20 Maret kembali terjadi sodomi pada pukul 10.00 WIB.
Pengacara Virgiawan
Amin, Mada R. Mardanus seusai sidang tertutup tersebut menjelaskan, dalam
persidangan itu Majelis Hakim sangat antusias untuk mendalami keterangan Murphy
terkait foto dan pengambilan foto-foto tersebut di kelas. Murphy sendiri yang mengambil foto kegiatan tersebut
setiap harinya untuk merekam aktivitas para siswa.
Dalam penjelasannya, Murphy mengatakan bahwa semua
foto mengenai aktivitas MAK pada tanggal-tanggal yang diperlihatkan adalah asli
dan bisa diuji.
Foto yang diambil
Neil tidak hanya terkait MAK, tapi juga siswa lain yang jumlahnya puluhan foto,
karena diambil secara rutin sejak Agustus 2013 - Maret 2014 dari setiap
aktivitas siswa JIS. Hanya saja yang ditunjukkan di sidang adalah foto-foto
yang terkait dengan MAK.
Sementara itu, Pengacara Agun Iskandar, Patra M.
Zen menegaskan, sangat tidak masuk akal anak usia 6 tahun mengalami sodomi 13
kali tapi tidak menunjukkan perubahan.
"Kenyataannya korban (MAK) bisa bermain
prosotan, dan tetap ceria hanya 2 hari setelah kejadian," kata Patra usai
sidang.
Murphy juga bersaksi bahwa korban dugaan kekerasan
seksual tersebut dalam kondisi normal dan tidak kelihatan adanya trauma serta
tetap ceria mengikuti kegiatan sekolah, selama periode Desember 2013 hingga
Maret 2014.
Ia melakukan aktivitas seperti biasanya, tetap
ceria. Tidak ada unsur trauma atau hal-hal aneh pada diri MAK ketika berada
disekolah.
Selain Murphy, sidang juga dihadiri guru MAK
lainnya, seperti Lusiana Christina Siahaan untuk bersaksi.
Dalam kesaksiannya Lusiana menjelaskan, sistem
pengawasan di JIS sangat ketat, yakni setiap aktivitas siswa selalu dilakukan
dalam kontrol penuh dari guru. Apalagi banyak orangtua siswa yang ikut menunggu
di sekolah.
Guru Lusiana juga menjelaskan bahwa setiap
perubahan pada siswa akan sangat kelihatan karena guru sangat dekat dengan para
siswa. Sementara pada MAK tidak ada yang berubah, dia tetap bermain ceria
seperti biasa dan terlihat bugar. Kalau ada hal kecil pun yang terjadi, guru pasti akan mengetahuinya.
Bahkan setiap 5
menit sekali guru akan mengecek setiap siswa. Sementara disebutkan bahwa proses
sodomi yang diduga dilakukan oleh
petugas kebersihan berlangsung 15 menit. Mustahil guru tidak tahu dan tidak akan
mencari keberadaan MAK jika si anak tidak terlihat lebih dari 5 menit. Apalagi
sodomi itu katanya dilakukan berulang-ulang di lokasi yang sama.
Dalam kesaksiannya kedua guru ini juga mengungkapkan bahwa Pipit Kroonen, ibu MAK, tidak
pernah mengantar MAK ke sekolah, melainkan oleh ayahnya yaitu Martijn Kroonen.
Sementara pulangnya dijemput oleh pengasuh.
Dan kesaksian dua guru tersebut jauh bertolak
belakang dengan keterangan Pipit Kroonen yang melaporkan kasus ini ke Polda
Metro. Dalam BAP para terdakwa petugas kebersihan JIS disebutkan bahwa selama
Desember 2013 - Maret 2014 MAK mengalami sodomi sebanyak 13 kali.
Keterangan para guru MAK hari ini, kata Patra, semakin
menunjukkan bahwa tidak ada trauma dan peristiwa luar biasa yang terjadi pada
anak tersebut selama periode sodomi diduga dilakukan oleh petugas kebersihan.
"Kesaksian para guru ini semakin memperkuat
keterangan saksi-saksi sebelumnya bahwa sodomi itu tidak pernah ada," kata
Patra.
KASUS TINDAK ASUSILA DI JIS ADALAH KASUS BODONG
Reviewed by Antitesa
on
November 05, 2014
Rating:
No comments: