Facebook SDK

banner image

Soal Tuduhan JIS adalah Sarang Paedofilia: Inilah Curahan Hati Moms JIS


  
Anak adalah tumpuan harapan ibu. Segala impian terbaik tertumpah pada dirinya. Bahkan hampir semua ibu menginginkan agar buah hati mereka mendapatkan apa pun yang lebih baik daripada dirinya, tak peduli harus membanting tulang dan memeras keringat sepanjang siang dan malam. Dan tak seorang pun ibu yang menginginkan putra-putri mereka “salah asuhan”..

Begitu juga dengan ibu-ibu, yang kemudian kita sebut dengan Moms JIS, yang menyekolahkan putra-putri mereka di Jakarta International School yang sekarang berubah menjadi Jakarta Intercultural School. Sejak berita tentang pelecehan seksual yang menimpa salah seorang murid taman kanak-kanak JIS mencuat, dan menyebut-nyebut JIS sebagai sarang paedofilia, para Moms inilah orang yang paling panik. Mereka sibuk mencari informasi, benarkah kejadian itu? Bila benar, mereka tentu harus menyelamatkan anak-anak mereka untuk dipindahkan dari sekolah yang menjadi tempat terkutuk itu ke sekolah lainnya. Ibu mana yang menginginkan anaknya berada di tempat yang tidak tepat seperti itu?

Namun seiring dengan berjalannya waktu, muncul banyak keanehan dan kejanggalan dari kasus ini. Pertama, mereka tidak yakin dengan orang-orang yang dituduh sebagai pelaku, melakukan kejahatan keji itu. Dua orang yang dituduh sebagai pelaku itu adalah sosok yang familiar bagi mereka, yang banyak sekali berjasa bagi anak-anak muridnya. Mereka mengenal kedua orang itu, Neil Bantlemen dan Ferdinand Tjiong, sebagai orang yang berkepribadian baik dan berintegritas yang tinggi.

Kedua, dalam sebuah pertemuan orangtua murid yang digelar oleh ibu korban itu sendiri yang berinisilan TPW, di sebuah rumah orangtua murid di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut si ibu dengan gamblang menceritakan bagaimana proses pelecehan seksual itu kepada anaknya, tanpa ada rasa sedih sedikitpun, sebagaimana seorang ibu yang merasa tersakiti tatkala anaknya disakiti. Si ibu ini justru berbicara dengan penuh semangat, berapi-api.

Ketiga, para moms JIS ini tak pernah melihat sang ibu korban yang pertama di sekolah. Moms tak pernah melihat TPW mengantarkan putranya, MAK. Datang dan pulang sekolah, MAK ditemani oleh pengasuhnya. Karena itu, bagaimana mungkinTPW mengetahui dengan detail peristiwa pelecehan seksual tersebut. TPW tentunya mendengar cerita tersebut dari putranya yang saat itu masih berusia 5 tahun. Sementara anak tersebut ceritanya selalu berubah-ubah.

Sementara ibu kedua yang berinisial D, ibunda dari AL, berbanding terbalik dengan TPW. D adalah ibu yang hampir setiap hari berada di sekolah menemani putranya. Bahkan ia pernah masuk ke dalam kelas, melihat secara langsung bagaimana putranya belajar. Karena itu, para Moms JIS ini sangat familiar dengan D, dan sangat mengherankan bila tiba-tiba D menyatakan putranya pun mengalami hal serupa dengan MAK, dan itu dilakukan oleh guru. D setiap hari di sekolah, maka bagaimana D bisa kecolongan atau tidak tahu saat putranya mengalami pelecehan seksual. Ini adalah hal yang tidak masuk akal.

Para Moms ini pun tidak sekali dua kali memergoki ibu TPW dan putranya MAK sedang berjalan-jalan di mall. Padahal sebelumnya, sang ibu mengatakan kepada publik bahwa sang putra tidak mau memakai celana karena merasa sakit dan tidak nyaman...

Ibu-ibu ini merasa sangat marah dan kecewa dengan adanya tuduhan terhadap sekolah di mana putra-putrinya belajar, sebagai sarang kejahatan kekerasan seksual kepada anak. Guru-guru yang sangat berjasa kepada pendidikan putra-putrinya yang seharusnya mendapat penghormatan dan penghargaan, justru sebaliknya, dihina dan dibuat menderita lahir batin. Begitu juga dengan para petugas kebersihan itu, yang pastinya menderita lahir batin akibat tuduhan yang secara serampangan ditujukan itu.

 Para Moms ini pun secara pro aktif mendukung dibebaskannya Neil dan Ferdi dan juga 5 petugas kebersihan itu. Di setiap persidangan, mereka selalu hadir. Mereka menggelar spanduk dan mengenakan kaos bertuliskan #tolakrekayasaJIS, #freeneil&ferdi. Kepada keluarga terdakwa, mereka mensupport secara moril maupun materiil.  Sejak adanya kasus ini, tercipta sebuah ikatan yang sangat baik antara para Moms dengan keluarga terdakwa.

Dukungan ini bukan karena mereka ada yang membayar, tapi para Moms ini tergerak hati nuraninya melihat kejahatan dan ketidak adilan terhadap instutusi JIS dan para terdakwa. Mereka melihat adanya ketidakbenaran yang mengakibatkan oranglain menderita. (BERSAMBUNG...)


Soal Tuduhan JIS adalah Sarang Paedofilia: Inilah Curahan Hati Moms JIS Soal Tuduhan JIS adalah Sarang Paedofilia: Inilah Curahan Hati Moms JIS Reviewed by Antitesa on January 16, 2015 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.