Setelah diperiksa sekitar enam jam, OC Kaligis akhirnya ditahan di
rumah tahanan (Rutan) KPK cabang Denpom Guntur. OC Kaligis yang
mengenakan rompi tahanan dibawa petugas ke mobil tahanan. Sempat terjadi
kericuhan antara pewarta dan sejumlah advokat dari kantor hukum OC
Kaligis ketika advokat senior ini akan dibawa mobil tahanan.
Bermula ketika sejumlah anak buah OC Kaligis membentuk barikade di
sepanjang tangga lobi KPK. Para pewarta yang telah menunggu OC Kaligis
sudah membuat kesepakatan dengan salah seorang anak buah OC Kaligis agar
OC Kaligis dapat memberikan pernyataan. Sesuai kesepakatan hanya akan
ada tiga advokat yang mendampingi OC Kaligis berbicara.
Entah mengapa, tiba-tiba sejumlah anak buah OC Kaligis lainnya ikut
mengerumuni OC Kaligis, sehingga para pewarta terhalang dan tidak bisa
mengambil gambar. Suasana pun memanas yang disertai saling sikut antara
pewarta dan anak buah OC Kaligis. Hingga akhirnya ada seseorang yang
meneriakkan, "Wartawan preman".
Suasana semakin tidak terkendali. Para pewarta mencari asal suara yang
diketahui bersumber dari salah seorang anak buah OC Kaligis. Kericuhan
pun tak terhindarkan. Terjadi baku hantam antara para pewarta dengan
anak buah OC Kaligis. Akibatnya, kamera fotografer skalanews.com, Deni Hardimansyah rusak.
Deni mengaku dirinya sedang mengambil foto OC Kaligis ketika kericuhan
mulai terjadi. Ia disikut seorang anak buah OC Kaligis berkemeja putih
dan terjebak dalam kerumunan. "Terus ada yang teriak 'Wartawan preman'.
Posisi saya tetap di situ untuk mengambil gambar. Tahu-tahu kamera saya
sudah patah," katanya di Gedung KPK, Selasa (14/7).
Setelah kejadian itu, salah seorang anak buah OC Kaligis, Afrian
Bondjol langsung meminta maaf dan menawarkan perdamaian. Proses mediasi
berlangsung antara Deni dan Afrian di ruang konferensi pers KPK. Deni
yang dimediasi sejumlah wartawan, termasuk fotografer hukumonline Resa Esnir melakukan pembicaraan dengan Afrian.
Menurut Deni, mediasi berjalan lancar dan Afrian bersedia meminta maaf
di hadapan para pewarta. Secara pribadi, Deni menyatakan dirinya sudah
memaafkan tindakan anak buah OC Kaligis. "Kalau ingin mengganti full,
oke saya maafkan. Tapi, kalau teman-teman yang lain (mau bawa ke jalur
hukum) saya tidak tahu," ujarnya.
Atas insiden ini, Afrian yang mewakili kantor OC Kaligis menyampaikan
permintaan maafnya kepada para pewarta. Afrian memilih jalan damai dan
bersedia mengganti kerugian yang dialami Deni akibat insiden tersebut.
Ia mengatakan sudah berbicara empat mata dengan Deni mengenai ganti
kerugian.
"Mengenai ganti kerugian sudah saya bicarakan, tidak perlu saya
ungkapkan di sini dan kita sudah salaman. Harapan saya tentu untuk ke
depannya komunikasi kita bisa lebih bagus tanpa harus ada insiden
seperti tadi. Mungkin itu saja permintaan maaf dari saya mewakili
adik-adik saya dari kantor hukum OC Kaligis & Associates," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, OC Kaligis ditetapkan sebagai tersangka dalam
kasus dugaan penyuapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan
Tripeni Irianto Putro, dua hakim PTUN Medan, dan seorang panitera PTUN
Medan. OC Kaligis diduga menyuap hakim bersama-sama anak buahnya, M
Yagari Bhastara Guntur alias Gary.
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt55a50bbcee646/penahanan-oc-kaligis-diwarnai-kericuhan
http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt55a50bbcee646/penahanan-oc-kaligis-diwarnai-kericuhan
OC Kaligis Ditahan di Rutan Guntur, Anakbuahnya Murka Pada Wartawan
Reviewed by Antitesa
on
July 16, 2015
Rating:
No comments: