Facebook SDK

banner image

Apa Sebenarnya yang Terjadi pada Kasus JIS?

Sidang kasus dugaan kekerasan seksual di TK Jakarta International School (JIS) dengan terdakwa Agun Iskandar kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu kemarin (12/11). Seperti sebelumnya, sidang ini juga tertutup dan pada hari itu dihadirkan ahli dari Rumah Sakit Polri Dokter Jefferson.

Kuas hukum terdakwa, Patra M Zen, mengungkapkan bahwa Dokter Jefferson mengatakan nanah yang ada di anus korban MAK bukan dari pernyakit herpes, melainkan akibat bakteri. Selain itu, dokter dari RS Polri itu juga menyangsikan jika korban telah 13 kali mengalami kekerasan sexual berupa sodomi. “Jika memang benar korban disodomi sampai 13 kali pasti sekarang sudah mati,” ungkap Jefferson seperti disampaikan Patra M Zen.

Jefferson juga heran dengan penyidik yang memeriksa anus terdakwa, bukan anus korban. Patra mengatakan, keterangan dari Dokter Jefferson memperkuat dugaan pihaknya bahwa ada banyak kejanggalan dalam kasus ini.
Dokter Jefferson adalah salah satu dari dua ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum, di luar saksi yang ada di berita acara pemeriksaan. Kedua ahli ini dihadirkan setelah 13 saksi dalam 14 persidangan yang telah dilakukan tidak menemukan fakta adanya sodomi yang dilakukan pekerja kebersihan JIS terhadap AK, siswa TK di sekolah itu.

Yang diungkapkan Jefferson hari ini semakin memperkuat kesaksian Dokter Narrain Punjabi dari SOS Medika dalam sidang 29 September 2014 lalu. Narrain Punjabi menyebut adanya herpes pada AK kemungkinan akibat salah diagnosa. Namun, permintaan Narrain agar MAK kembali diperiksa sepekan setelah pemeriksaan pertama tanggal 22 Maret tidak diindahkan ibu korban.

Dengan berbekal diagnosa awal dari SOS Medika itulah ibu AK mengungkap anaknya telah disodomi dan 6 pekerja kebersihan menjadi pelakunya.

Patra mengatakan, ahli lain yang dihadirkan adalah Psikolog Setyanu Ambarwati. Dalam keterangannya, Ambarwati menyatakan MAK memang mengalami trauma. Ambarwati juga menegaskan, korban tidak akan kembali ke tempat yang membuat trauma. Namun, kenyataannya, MAK masih kembali ke sekolah jika memang trauma itu terjadi akibat adanya kekerasan seksual di sekolah.
“Artinya, trauma itu terjadi bukan karena sodomi. Bisa jadi korban trauma karena akibat laporan ibu korban ke polisi, harus mengikuti serangkaian pemeriksaan, seperti di rumah sakit, kepolisian, dan juga jadi saksi,” kata Patra.

Dalam sidang 3 November, dua guru MAK, yaitu Murphy Neal Vohn dan Lusiana Christina Siahaan, juga menyatakan bahwa siswanya itu selama Desember 2013 sampai Maret 2014 tetap ceria di sekolah dan masih menggunakan toilet yang diduga sebagai tempat kejadian tersebut.
“MAK melakukan aktivitas seperti hari-hari biasa dan tetap ceria. Tidak ada unsur trauma atau hal-hal aneh pada diri MAK ketika berada disekolah,” demikian keterangan Murphy usai sidang di PN Selatan seperti disampaikan kembali oleh Patra.

Source : asatunews.com
Apa Sebenarnya yang Terjadi pada Kasus JIS? Apa Sebenarnya yang Terjadi pada Kasus JIS? Reviewed by Antitesa on November 14, 2014 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.