Persatuan Pembela Pekerja dan Pengajar (P4) JIS, menilai,
pemberitaan kasus JIS di media semakin simpang siur dan tidak objektif. Karena
itu, seperti yang dirilis di savejis.com., P4 mengkosolidasi hal-hal yang perlu
diketahui masyarakat agar masyarakat bisa memilah antara dongeng dan fakta.
P4 JIS adalah sebuah forum yang dibentuk oleh unsur-unsur
masyarakat yang prihatin atas kasus JIS.
Berikut ini hasil rekapitulasi P4 atas Kasus JIS yang dilakukan
secara obyektif, berdasarkan fakta-fakta di lapangan, sehingga diharapkan dapat
menjadi pertimbangan semua pihak yang berkepentingan,.
2014 Maret 2, 6, 11
TPW menanda-tangani formulir pernyataan untuk anaknya MAK
melanjutkan sekolah untuk tahun ajaran baru 2014 – 2015 dan menyatakan anaknya
sehat serta bahagia di JIS.
2014 Maret 17 – 21
MAK beberapa kali ngompol di kelas.
2014 Maret 21
MK, ayah dari MAK, suami dari TPW, mengirim email: “…MAK did
not want to pee at school or pee during the day. MAK making a lot of
effort to pee in the morning before he goes to school. Additionally he is
not drinking in the morning to prevent him from having to pee at school, he
understands that drinking a lot makes him pee.”
(MAK tidak mau kencing di sekolah pada siang hari.
MAK berusaha kencing pagi sebelum berangkat ke sekolah. Juga,
dia tidak mau minum pada pagi hari untuk menghindari kencing di sekolah, dia
menyadari bahwa minum banyak membuatnya perlu kencing).
2014 Maret 21
TPW, ibu dari MAK, istri dari MK, mendesak anaknya
MAK apakah MAK tidak mau kencing di sekolah karena ada orang yang
jahat padanya. TPW mencetuskan kemungkinan anaknya
MAK mengalami pencabulan berdasarkan alasan bahwa MAK menolak minum
dan memaksa dirinya buang air di rumah sebelum berangkat ke sekolah. TPW tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa
sebelumnya MAK pernah mengompol di kelas sehingga sikap tidak minum dan
banyak buang air kecil sebelum berangkat sekolah adalah upaya untuk tidak
mengompol di kelas. Hal ini sebenarnya adalah tingkah laku yang wajar
bagi anak kecil.
2014 Maret 22
TPW membawa MAK untuk diperiksa di SOS Medika
Klinik. Tidak ada laporan dari hasil pemeriksaan ini bahwa
MAK pernah disodomi.
2014 Maret 24
TPW membuat laporan polisi di POLDA terkait dugaan tindak
pidana pencabulan terhadap anaknya, MAK, yang diduga dilakukan oleh Pekerja
Pembersihan JIS.LP/1044/III/2014/PMJ/Dit Reskrimum.
2014 Maret 24
MAK diperiksa oleh dokter yang ditunjuk oleh
TPW. Tidak ada bukti DNA dari rambut, kulit, darah ataupun cairan sperma
yang ditemukan.
2014 Maret 25
Dengan panduan ibunya, TPW, MAK menunjuk S, AS, dan
Ro dari foto-foto pekerja cleaning service ISS, sebagai orang yang jahat
kepadanya.
2014 Maret 25
Didampingi neneknya, MAK kali ini menunjuk AS, I dan
Ag dari foto-foto pekerja cleaning service ISS sebagai orang yang jahat.
2014 Maret 27
MAK kali ini menunjuk VA, AG dan AS dari
pekerja cleaning service ISS sebagai orang jahat.
2014 Maret 27
MAK menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit
Pondok Indah. Sampai sekarang tidak ada laporan dari pemeriksaan ini
bahwa MAK mengalami sodomi.
2014 April 01
MAK sekali lagi menjalani pemeriksaan medis di Rumah
Sakit Pondok Indah. Juga sampai sekarang tidak ada laporan dari
pemeriksaan ini bahwa MAK mengalami sodomi.
2014 April 21
TPW mengajukan gugatan Perdata Ganti Rugi kepada JIS
sebesar US$ 121/2 juta. No. 226/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Sel.
Dalam gugatan ini, meski JIS yang digugat ganti rugi,
namun yang dituduhkan sebagai pelaku adalah pegawai perusahaan Cleaning Service
ISS. Tertuduh dan perusahaan Cleaning Service tidak dituntut ganti rugi
oleh TPW.
2014 April 23
TPW meningkatkan permintaan ganti rugi menjadi US$ 131/2
juta, dengan alasan US$ 11/2 juta untuk pengacara.
2014 April 26
POLDA DKI menahan tiga tersangka tambahan dari pekerja
Cleaning Service ISS.
2014 April 26
AZ, pekerja Cleaning Service ISS, ditemukan tewas di POLDA DKI. Yang
bersangkutan adalah satu satunya pekerja Cleaning Service ISS yang ditahan
polisi namun menolak menyatakan adanya sodomi.
2014 Mei 16
DAK, membuat laporan polisi di MABES POLRI atas dugaan
tindak pidana pencabulan terhadap anaknya AR. LP/497/V/2014/Bareskrim.
2014 Mei
TPW kecewa tuntutan ganti rugi uang kepada JIS
ditolak karena tersangka adalah pegawai perusahaan cleaning service ISS, bukan
pegawai JIS.
2014 Mei
TPW mengirim email kepada orangtua lain untuk
mengklaim bahwa anak2 lain juga korban karena nama anak-anak ini disebut
di dalam mimpi anak ybs.
2014 Mei 28
DAK, ibu dari AR, kirim email kepada para orangtua murid
bahwa anaknya disodomi sebanyak 20 kali dan anaknya menyebut banyak koban –
korban lain.
2014 Mei 28
TPW menaikan tuntutan terhadap JIS menjadi US$ 125 juta
(Rp 1,4 triliun).
2014 Juni 03
OA, orangtua dari DA, membuat laporan ke POLDA DKI atas
dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anaknya DA, yang diduga dilakukan oleh
tenaga pengajar JIS. LP/2025/VI/2014/PMJ/Ditreskrimum.
2014 Juni 11
TPW membuat laporan polisi di POLDA DKI terkait
dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anaknya, MAK, yang diduga dilakukan
oleh Tenaga Pengajar JIS. LP/2169/VI/2014/PMJ/Dit
Reskrimum.
2014 Juni
Terduga korban pencabulan AR divisum di klinik SOS.
Klinik menyatakan bahwa AR NEGATIF mengalami sodomi ataupun
kekerasan seksual.
2014 Juni 27
Pengacara Singapura Tan Rajah & Cheah membuat surat
menjelaskan bahwa terduga korban AR diperiksa di rumah sakit di Singapura
dan dinyatakan NEGATIF mengalami sodomi ataupun kekerasan seksual.
2014 Juni 28
Z, salah satu tersangka pelaku sodomi terhadap
MAK dikunjungi oleh Windy Marthavianti. Berikut pernyataan tertulis
Windy Marthavianti:
“… pada tanggal 18 Juni 2014, saya mengunjungi dan
bertemu Para Tersangka kasus pelecehan seksual sodomi JIS di ruangan kunjungan
Sel Polda Metro Jaya dan bertemu dengan Para Tersangka S, Z, VA dan Ag.
Pada pertemuan tersebut Z (salah satu tersangka) menyatakan kepada saya:
1.
Bahwa belum lama ini Z pernah dipanggil oleh penyidik
Polda Metro ke dalam suatu ruangan penyidik dan di dalam ruangan tersebut sudah
menunggu Ibu TPW (Ibu dari MAK) di mana Ibu TPW sebagai Pelapor (Ibu Saksi
Korban) dan Z sebagai salah satu tersangka;
2.
Bahwa dalam pertemuan tersebut Ibu TPW membujuk Z agar Z
mau menyebutkan nama guru JIS yang terlibat dalam kasus pencabulan terhadap
anaknya MAK, dan Ibu TPW menjanjikan kepada Z bahwa Z akan dibebaskan apabila
bersedia menyebutkan nama guru JIS yang terlibat sebagai pelaku sodomi.
Akan tetapi dalam pertemuan dengan Ibu TPW, Z tidak menyebutkan nama guru
siapa pun karena Z tidak mengetahui ada keterlibatan guru-guru JIS”.
Fakta-Fakta Lapangan Dalam Kasus JIS
Reviewed by Antitesa
on
November 10, 2014
Rating:
No comments: