Serikat pekerja dan seluruh manajemen JIS sangat
perihatin dengan kejadian yang dialami Neil Bentlemen dan Ferdy Michael Tjiong.
Mereka ditahan tanpa bukti yang jelas dan kini akan diadili atas kasus tindak
asusila terhadap siswa TK JIS.
“Kami yakin, kebenaran dan semua kebohongan ini pasti
akan terungkap,” kata Rully Iskandar, Ketua serikat Pekerja JIS pada media
briefing di Jakarta, Kamis (6/11)
Neil dan Ferdy telah ditahan di Polda Metro Jaya sejak
Juni yang lalu. Keduanya dituduh melakukan tindak asusila terhadap siswa TK
JIS. Kasus ini dilimpahkan ke pengadilan, meski sejauh ini tidak ada bukti yang
melibatkan dua guru SD JIS dalam kasus yang dipersangkakan.
Seperti diketahui, pihak kepolisian telah menyatakan
bahwa berkas Neil dan Fredy telah lengkap atau P21. Sehingga kasusnya sudah
dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Negeri. Neil dan Fredy dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan
ancaman 15 tahun penjara.
Mengenai bukti-bukti apa saja yang
menjadikan berkas perkara Neil dan Fredy dinilai P 21, Kuasa hukum JIS Harry
Ponto pun mengatakan pihaknya pun belum diberitahu oleh pihak polisi.
"Apa sih dua alat bukti yang membuat mereka cukup syarat untuk jadi tersangka? Itu tidak pernah diberikan. Hotman, pengacara mereka, sudah menulis surat ke mana-mana menanyakan apa dua alat bukti itu," kata Harry.
Sementara itu, Rully mengungkapkan, mustahil kasus yang
dituduhkan itu bisa terjadi di JIS yang memiliki sistem dan pengawasan yang
ketat. Apalagi Neil dan Ferdy dituduh melakukan tindakan itu di ruangan wakil
kepala sekolah yang dindingnya tembus pandang dan semua isi ruang bisa diihat
dengan jelas dari berbagai sudut pandang.
Neil sebagai wakil kepada sekolah dan Ferdy sebagai
asiten guru SD, tidak mungkin berurusan dengan kegiatan siswa-siswi taman
kanak-kanak seperti MAK.
“Lebih tidak masuk akal lagi jika tindak kekerasan
seksual yang dituduhkan terjadi di jam sekolah. Semua kegiatan siswa TK
dipantau wali kelasnya dan setiap 5 sampai 10 menit akan dicek. Sistem ini
sudah berlangsung bertahun-tahun dan terbukti aman, kepercayaan terhadap JIS
buktinya tetap tinggi,” kata Rully yang sudah bekerja selama 25 tahun di JIS.
Jakarta International School merupakan salah satu sekolah
internasional di Indonesia yang telah berdiri selama lebih dari 60 tahun. Saat
ini ada lebih dari 2.300 siswa yang bersekolah di JIS dan memperkerjakan
sekitar 1.000 karyawan lokal, termasuk outsourcing.
JIS merupakan salah satu sekolah terbaik di Asia dan memiliki beragam program
sosial termasuk knowledge sharing
kepada sekolah-sekolah lokal di Indonesia.
Sementara itu, keluarga dua guru JIS yang dituduh
tersebut sangat terpukul dan terpuruk. Istri Neil dan Ferdy sangat kesulitan
menjelaskan kasus kedua guru itu kepada anak-anak mereka. Tracy Bantleman,
istri Neil, sangat yakin suaminya adalah pria jujur yang tidak melakukan apa
yang dituduhkan. Selama bertahun-tahun menikah, suaminya terbuka dan hangat
terhadap keluarga.
“Saya dengan Neil berkomunikasi secara sangat terbuka.
Makanya saya tidak percaya dia melakukan perbuatan tersebut,” tutur Tracy.
Sementara Sisca, istri Ferdy, mengungkapkan kasus ini
telah menghancurkan kehidupan
keluarganya yang dibangun melalui banyak perjuangan dan kesulitan hidup.
Anak-anaknya kini menjadi sangat tertekan dan terasing dari lingkungannya.
“Saya percaya Ferdy dan sangat yakin bahwa semua cerita
ini bohong,” kata Sisca, saya berharap Presiden Joko Widodo juga ikut memonitor
kasus ini. Saya dan anak-anak trauma denga polisi sejak peristiwa ini.”
Kasus yang Dituduhkan pada Guru JIS Tidak Memiliki Dasar Bukti yang Kuat
Reviewed by Antitesa
on
November 09, 2014
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
November 09, 2014
Rating:

No comments: