Semarak Musika 2015 sebuah acara yang bertujuan untuk berbagi
kebahagian dan keceriaan dengan masyarakat sekitar, kali ini di dedikasikan
untuk Menyuarakan kepedulian terhadap kasus kekerasan yang menimpa dua guru dan
enam petugas kebersihan ISS.
Seperti
yang kita tahu Musika merupakan salah satu yayasan yang berada dalam naungan
Sekolah Jakarta Intercultural School (JIS), Sekolah ini didirikan oleh Prof.
Dr. Mohammad ali Bey, Ph.D berdiri
resmi pada 17 Agustus 1985.
Sekolah Musika memang mengawali kegiatan dengan bangunan sangat sederhana.
Di atas tanah milik sendiri seluas 12.000m2, kiprah lembaga pendidikan ini
mulai berkepak. Cakupannya semua tingkatan pendidikan, mulai dari tingkat
Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.
Namun seiring wafatnya Mohammad Ali, Yayasan tersebut lantas diteruskan
oleh anaknya yang bernama Nurmilus Gisafiah.
Acara Musika kemarin diikuti sekitar 500 siswa –siswi yang sangat antusias dan gembira dapat menyuarakan prihatin terhadap orang dekatnya yang kini sedang terjerat kasus dugaan kekerasan seksual .
Siswa – siswi Musika mempersembahkan Pembacaan Puisi dan Menyanyikan lagu sebagai bentuk dukungan untuk dua guru dan enam petugas kebersihan ISS yang kini sedang terjerat kasus dugaan kekerasan seksual .
Acara Musika kemarin diikuti sekitar 500 siswa –siswi yang sangat antusias dan gembira dapat menyuarakan prihatin terhadap orang dekatnya yang kini sedang terjerat kasus dugaan kekerasan seksual .
Siswa – siswi Musika mempersembahkan Pembacaan Puisi dan Menyanyikan lagu sebagai bentuk dukungan untuk dua guru dan enam petugas kebersihan ISS yang kini sedang terjerat kasus dugaan kekerasan seksual .
Neil merupakan salah satu guru yang mempunyai
perhatian yang lebih terhadap sekolah musika ini, bahkan Sekolah musika
mendapatkan bantuan yang di dapatkan berkat dana yang dikumpulkan dari beberapa
kegiatan di JIS dan dari dana tersebut musika dapat membeli perlengkapan
sekolah dan perlengkapan – pendidikan lainnya.
“ Saya Fikir kebenaran itu harus segera di ungkapkan,seandainya ini adalah
suatu rekayasa ? Mudah mudahan ini cepat terungkap dan hal ini merupakan
pembelajaran untuk kami para pendidik.”- Ujar Nurmi.
“Saya pribadi dan seluruh siswa – siswi musika berharap Pak Neil dan Ferdi dapat
bebas dan kita dapat kembali bercengkrama disini sama sama, Juga mendapat
keadilan untuk teman teman petugas kebersihan”. Tambahnya.
Source : http://antitesanews.com/news/lifestyle/23-03-2015/158-semarak-sekolah-musika-dukung-dua-guru-jis-perjuangkan-keadilan
Semarak Sekolah Musika Dukung Dua Guru Jis Perjuangkan Keadilan
Reviewed by Antitesa
on
March 23, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
March 23, 2015
Rating:

No comments: