Salah satu tersangka
selain Afrischa yang lebih naas nasibnya adalah Azwar pegawai PT ISS yang telah
tewas di polda metro jaya. Rikwanto menuturkan,
peristiwa tersebut bermula saat Azwar diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan
dan Anak Polda Metro Jaya pada Sabtu pagi. Dia menjadi tersangka keenam dan diciduk polisi berdasarkan keterangan lima rekannya
sesama janitor di JIS yang sudah lebih dulu ditetapkan. (Baca: Wawancara Tempo dengan Kepala JIS Tim Carr).
Saat persidangan, saksi
David mengaku melihat ibu korban AK menyaksikan tersangka Virgiawan Amin dan
Agun Iskandar disiksa dan dimaki saat diperiksa di unit PPA Polda Metro Jaya.
Saksi David juga melihat wajah Zainal Abidin dan Syahrial lebam dan berdarah
pada saat sebelum Konferensi Pers digelar Polda Metro Jaya pada hari tersebut.
Azwar adalah salah satu
korban transisi drama yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di dalam
skenario JIS, meskipun Azwar sebagai petugas kebersihan tentu tahu bahwa cairan
tersebut berbahaya. Lagipula, tidak jelas dari mana cairan itu bisa didapatkan
oleh tersangka karena di toilet tempat kejadian, tidak tersedia adanya cairan
pembersih.
Apakah prosedur
kepolisian harus seperti itu untuk menggali informasi kepada penyandang
tersangka? Apakah harus dipaksa melakui kekerasan untuk mengakui bahwa ada
terjadinya kekerasan seksual di JIS, walau mereka tidak melakukannya sama
sekali termasuk dua guru JIS? Lalu bagaimana jika mereka memang tidak bersalah,
apakah mereka bisa menuntun hak mereka ke kepolisian yang telah memukuli
mereka? Dimana nanti mereka akan berlindung dari kekuatan kriminal yang ada
diluar sana selain polisi di negara ini?
Pertanyaan-pertanyaan
tersebut menjadi patut kita renungkan. Tatanan hukum dan prosedur interograsi
harus mulai di ubah, jika tidak maka tidak akan ada keadilan bagi rakyat kecil
yang hanya memiliki penghasilan tiap bulan gaji 1,8 juta bahkan kurang dari
itu. Lain halnya dengan orang yang berkemampuan mungkin kasusnya akan selalu
dipercepat dan dipermudah segala urusan seperti yang terjadi vonis pengadilan
lalu, itulah cerita klise kehidupan di Indonesia sekarang ini.
Cerita klise kehidupan di Indonesia sekarang ini
Reviewed by Antitesa
on
April 21, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
April 21, 2015
Rating:

No comments: