Dalam sebuah tulisan
panjang Kristian Julius di media Expatriat, jurnalis ini sempat melakukan
liputan langsung mendalami kehidupan pribadi Afrischa dan keluarganya. Nama Afrischa
menjadi dikenal luas di media massa, setelah tuduhan yang secara nalar sehat
adalah 'tak masuk akal' sama sekali.
Awalnya, Afrischa bahkan
dituduh menyodomi MAK, siswa Taman Kanak-kanak (TK) di Jakarta Internasional
School (JIS) yang sekarang menjadi Jakarta Intercultural School. "Afrischa
memasukan 'burungnya' kepada saya (menyodomi)," demikian kutipan laporan
ucapan MAK dalam BAP awal.
Namun setelah tahu bahwa Afrischa
perempuan, kalimat tak masuk akal itu dirubah dengan tuduhan membantu membantu
pelaku memegangi korban dan melakukan pelecehan seksual.
Kejanggalan tuduhan itulah
yang memotivasi Kristian mencari tahu, siapa sosok seorang wanita bernama Afrischa.
Hingga April 2014 lalu, Afrischa adalah seorang wanita muda yang ceria dan
pekerja keras. Bahkan ia merencanakan akan melangsungkan pernikahannya di bulan
Oktober 2014.
Namun pernikahan itu tak
kunjung terlaksana, bukan karena tak siap atau keraguan atas jalinan cintanya.
Batalnya rencana itu adalah ketika kondisi hidupnya berubah secara tragis, saat
polisi menjemputnya di kost yang ditinggalinya bersama sang adik di Cinere, Depok.
Tanpa surat penangkapan resmi, Afrischa digelandang ke Polda Metro Jaya atas
tuduhan bersekongkol sodomi, yang
dilaporkan oleh TPW, Ibu dari siswa JIS yang keduanya tak pernah dikenalnya
secara pribadi.
Menurut TPW, Afrischa
dikatakan ikut terlibat bersama 5 pekerja kebersihan PT ISS yang bertugas di
JIS saat itu melakukan tindakan sodomi seperti disebutkan diatas pada MAK,
puteranya. Seperti disebutkan di BAP awal, cerita itu tidak berubah. Namun
setelah TPW melihat bahwa Afrischa adalah perempuan hingga tuduhan itu terlihat
tak masuk akal, barulah tuduhan berubah menjadi ikut bersekongkol dengan 5
pelaku lainnya.
Sadar dengan fakta bahwa
tuduhan dalam kasus kekerasan seksual di JIS adalah rekayasa semata, akhirnya
para orangtua murid dan segenap komunitas di JIS justeru berbalik mendukung
para Afrischa dan tersangka lainnya. Mereka yakin, tuduhan itu hanya semata
memuaskan keserakahan dan sikap koruptif beberapa pihak yang ingin JIS hancur.
Namun meski bukti-bukti
nyata tuduhan tak pernah ada, Afrischa dan yang lainnya termasuk 2 guru JIS
telah diputus bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bahkan semua kesaksian ahli medis dan forensik yang membantah tuduhan itu, seluruhnya
dikesampingkan.
Yang menyedihkan, salah
satu pekerja kebersihan bernama Azwar harus tewas saat berada di tahanan
polisi. Hingga kini, kematian Azwar rekan Afrischa dalam kasus ini masih
menjadi misteri yang belum terungkap. Sebab, meskipun kematiannya diklaim
akibat bunuh diri menenggak cairan pembersih lantai namun tak pernah ada
tindakan otopsi apapun terhadap jenazah Azwar.
Afrischa, Perempuan Pertama Yang Dituduh "Menyodomi"
Reviewed by Antitesa
on
April 20, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
April 20, 2015
Rating:

No comments: