Tak seperti biasanya, suasana di depan Balai Kota DKI Jakarta terlihat
ramai oleh anak-anak dan orang dewasa yang sepertinya sudah akrab berbaur.
Acara Car Free Day (CFD) yang berlangsung di hari minggu pagi (29/3) itu,
nampak sumringah dengan kehadiran mereka. Yang membuat unik, sebagian dari
mereka mengenakan kaos bertuliskan #freeneilandferdi.
“Naga, naga, naga. Yoo, yoo, yooo”, demikian sorak-sorai terdengar riuh
diteriakan rombongan tersebut. Ternyata, makna "Naga" dalam suara itu
adalah Sekolah Jakarta Intercultural School (JIS). Lembaga pendidikan
internasional di Jakarta Selatan itu memang sedang dirundung masalah hukum.
Tuduhan kekerasan seksual yang dilakukan oleh para pekerja kebersihan
PT.ISS dan 2 guru JIS itu sudah berlangsung lebih dari setahun. Namun anehnya,
hingga kini tak pernah ada bukti bahwa perbuatan yang dituduhkan itu pernah
terjadi di JIS.
Pada persidangan beberapa hari lalu, Kamis (26/3) Hotman Paris Hutapea
selaku Kuasa Hukum para tersangka guru bahkan akhirnya membeberkan fakta bahwa
hasil visum salah satu anak berinisial AL yang diperiksa secara anuscopy oleh
sebuah Rumah Sakit di Singapura menyatakan bahwa AL tidak terbukti mengalami
kekerasan seksual. Bukti ini oleh Pengadilan di Singapura direkomendasikan
untuk digunakan sebagai alat bukti di Pengadilan di Indonesia.
Atas dugaan bahwa kasus JIS yang telah membuat penderitaan bagi 5 pekerja
kebersihan PT ISS dan 2 Guru JIS ini adalah rekayasa semata, simpati yang besar
mengalir kepada para tersangka tersebut. Karena itu, tak ragu pada acara CFD
itu mereka meneriakan dukungan keadilan bagi Neil dan Ferdi yang tengah menanti
putusan sidang. Dukungan juga diberikan bagi 5 pekerja kebersihan yang sudah
ditahan pihak berwajib.
Dari Balai Kota, mereka berjalan ke Bundaran Hotel Indonesia seraya
menyuarakan dukungan tersebut. Rombongan yang terdiri atas perwakilan dari
Sekolah Muslim Asia Afrika (Musika), XS Project serta teman dan keluarga dari
PT ISS, seluruhnya menyuarakan agar pemerintah khususnya aparat hukum dapat
bersikap adil dan melihat fakta yang ada.
Dan ternyata, sebagian besar komunitas ini adalah mereka yang pernah
berinteraksi dengan Neil maupun Ferdi.
Seperti halnya sekolah Musika di Tangerang Selatan, yang proses
kerjasamanya dengan JIS dibantu oleh Neil dan Ferdi hingga seperti saat ini.
Inilah bukti, bahwa 2 guru yang ditahan itu bukanlah orang dengan profil
penjahat, namun justeru mereka adalah pahlawan kemanusiaan.
Karenanya, sangat besar harapan mereka agar kasus ini segera terungkap
kebenarannya dan keadilan dapat diberikan kepada semua tersangka khususnya Neil
Bantleman dan Ferdinant Tjiong.
Sorak "Naga" Di Balai Kota, Dukung Keadilan Bagi Neil dan Ferdi
Reviewed by Antitesa
on
April 01, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
April 01, 2015
Rating:
No comments: