Facebook SDK

banner image

Berharap akan menjadi lebih baik untuk Pengadilan di Indonesia? IN YOUR DREAM!



Untuk materi JIS hari ini gue telusuri youtube, banyak video awal 2014 yang sangat memberatkan  para terdakwa menurut gue karena gue ngangkat ni kasus yang ga kelar-kelar, gue terus cari tahu itu (kayak ditektif conan gitu Bro) yah tapi melalui internet sih, persidangan perdatanya mungkin mau di gelar hari selasa depan atau minggu depan,yang jelas gue bakal datang! Di tahun-tahun tersebut infotainment gossip ini memberikan mengupas isi berita JIS juga, nah yang gue heran apa urusannya dengan infotainment sama kasus kriminal? Ga nyambung plus Kepo amat (termasuk gue sih hehehe), agan-agan tahu kalau infotainment itu lebay bawaan-nya terutama Host acaranya pake vokal bas-bas atau nada tinggi begitu. Tapi seksi sih jadi ga masalah gue tonton sampai habis….

Tapi dari sini gue sadar, lihat foto nya aja itu agak gimana ya, pokoknya jauh lah ni almarhum tipekal yang mampu sodomi bocah karena doi punya pasangan so normal dong, apalagi doi aktif di majelis ta’lim makin gue yakin. Gimana ya mungkin feeling aja sih sesama orang baik hehehehe.  Tapi bukan itu Gan yang gue cari dari apa yang gue angkat sekarang, gue ingin tahu sejauh mana pengadilan bisa memberikan kita rasa percaya bahwa keadilan itu benar absolute, tanpa harus melirik rasa simpati, kekuasaan atau kerabat. Karena keadilan hanya berpihak pada yang benar, barang-barang bukti, medis, ilmiah dan alibi yang tepat. Belum lagi Ibu korban selalu berubah-ubah peryataan saat proses menuju sidang, baca disini Bro, buat anak kok tawar menawar, soal duit, emang duitnya udah habis ya buat belanja ke mall?
Gue kasih statement disini ya gue juga benci apa yang namanya pencabulan, kekerasan, criminal terhadap bocah, apalagi pemerkosaan di bawah umur, tapi please lah guy, kita harus berpikir terbuka dahulu sebelum menghakimi, coba deh pikir mana ada anak yang sudah di sodomi masih bisa main perosotan kayak biasa aja gitu sewaktu Ibu korbannya lagi sama polisi ke TKP. Apalagi di sodomi sama 7 orang lagi satu cewe, kita punya akal pikiran itu bukan untuk aksesoris kepala! Lagian tahu kenapa ini pengadilan picek amat ya sama logika yang beginian, kalau semuanya terdakwa jadi komplotan cabul begitu? Terus secara bergantian masuk toilet terus ada yang jaga, di luar begitu? Yang depan toiletnya aja udah keliatan kelas sama lorong yang suka di lalui orang-orang staff atau para murid? Lama-lama itu penyidik dari kepolisian itu terlalu mabok atau emang guoblok saking ngeliat duit ijo! Penyidik pikir itu anak di sodomi pake adegan mission impossible apa? Sampai saat ini gue ga lihat kronologis yang dibuat oleh penyidik, biasanya itu diperagakan, nanti bisa gue lihat di Koran, namun ga ada kan? Apa tu penyidik kebingungan timing bergantian sodominya itu kayak gimana ama itu korban? Mikir dah sono sampai botak! Terkutuklah oknum polisi atau orang lain yang mempunyai andil dalam kematian Azwar, semoga hidup nya tidak bahagia sampai tua dan tunggu di akhirat nanti balasan hak anak yatim, karena disanalah keadilan benar-benar di tegakkan.  Untuk referensi bacaan, agan boleh baca dibawah ini.


Ok, kalau Agan-agan bilang gue ga benar, coba please kasih gue kronologis kayak gimana itu semua terdakwa terlibat? 6 orang dari cleaning service PT ISS dan 2 orang dari guru JIS, nah sebelumnya itu Ibu korban nunjuk cleaning service sebagai pelaku yang herannya pertama kali di tunjuk itu cewe sama itu bocah..LAAHHH!! tapi herannya pengadilan mengiyakan dan terus melanjutkan proses persidangan sampai akhirnya ada 5 orang lagi dari cleaning service. Nah Si Ibu Korban tahu doi ga bisa tuntut JIS kalau itu 6 cleaning service nya dari PT ISS, mikir dah. Ujung-ujung punya ujung Ibu Korban secara membabi buta pilih salah dua guru dari sekian banyak guru JIS gue yakin itu dua guru terdakwa waktu itu, lagi di tempat yang salah dan waktu yang salah, karena itu bisa saja di tunjuk Guru lain JIS.  Pengadilan pidana tertutup sih ga tau kenapa di tutup. Sialan, bener-bener pengen liat gue, biasanya ada jurnalis atau koresponden upload video buat itu berita, nyatanya ga ada lagi cuman adanya keputusan vonis aja kepada semua terdakwa.  Saat Afriska mau ditangkap juga doi santai aja, toh dia tidak merasa bersalah ga juga dia melarikan diri, ini bahayanya polisi yang main tangkap saja, seharusnya kalau terjadi pada agan-agan suatu hari nanti tanya dulu ijin penangkapan maupun surat panggilan kepolisian, kalau ga ada dua hal itu ga usah mau walau dipaksa juga, kalau bisa panggil seluruh keluarga lu gan yang mengerti soal hukum atau dari kalangan wartawan, kalau lu orang dari kalangan menengah telephone saja pengacara yang lu kenal gan. Yang jelas jangan pernah mau di bawa ke kantor polisi sendiri! Soalnya bisa bahaya, makanya kita harus mengenal hak-hak kita saat di situasi seperti Afriska jalani.


Hadeh kapan ya kepolisian kita itu punya SDM yang bagus, bukan karena masuk ke badan kepolisian pakai duit tapi bener-bener usaha dengan test yang internasional gitu, terus memiliki laboratium yang sangat memadai untuk meneliti dan menyidik yang bisa mengetahui waktu korban meninggal jam berapa dan kenapa, apakah ada indikasinya atau hal lain hanya dengan sample darah, DNA dan luka-luka. Kapan ya begitu? Selama ini sih gue lihat kalau ga pakai dukun, pasti pakai asumsi dan prasangka penyidik saja, terus maen tangan dah kalau mandek otak.

Keluarga Almarhum sih gue ngerti kenapa mereka ga mau di autopsy almarhumnya, masalahnya berat bro mungkin ga tega nanti jasadnya kan itu di belah di acak-acak dan lain-lain untuk mencari kebenaranya, gimana ya complicated banget dah, walaupun seharusnya di autopsy biar tahu kenapa bisa meninggal dengan misterius, ini di kantor polisi loh Bro yang katanya AMAN!!
Eaaa… pengamat amatir selalu memantau, mau jadi apa Negara gue…..  

sumber : http://hukum.kompasiana.com/2015/05/15/berharap-akan-menjadi-lebih-baik-untuk-pengadilan-di-indonesia-in-your-dream-745353.html


Berharap akan menjadi lebih baik untuk Pengadilan di Indonesia? IN YOUR DREAM! Berharap akan menjadi lebih baik untuk Pengadilan di Indonesia? IN YOUR DREAM! Reviewed by Antitesa on May 15, 2015 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.