Untuk materi JIS hari ini gue telusuri youtube, banyak video awal
2014 yang sangat memberatkan para
terdakwa menurut gue karena gue ngangkat ni kasus yang ga kelar-kelar, gue terus
cari tahu itu (kayak ditektif conan gitu Bro) yah tapi melalui internet sih,
persidangan perdatanya mungkin mau di gelar hari selasa depan atau minggu depan,yang jelas gue bakal
datang! Di tahun-tahun tersebut infotainment gossip ini memberikan mengupas isi berita JIS
juga, nah yang gue heran apa urusannya dengan infotainment sama kasus kriminal? Ga nyambung plus Kepo amat (termasuk gue sih hehehe),
agan-agan tahu kalau infotainment itu lebay bawaan-nya terutama Host acaranya pake vokal bas-bas atau nada tinggi begitu. Tapi seksi sih jadi ga masalah gue tonton
sampai habis….
Gue kasih statement disini ya gue juga benci apa yang namanya
pencabulan, kekerasan, criminal terhadap bocah, apalagi pemerkosaan di bawah
umur, tapi please lah guy, kita harus berpikir terbuka dahulu sebelum
menghakimi, coba deh pikir mana ada anak yang sudah di sodomi masih bisa main perosotan kayak biasa
aja gitu
sewaktu Ibu korbannya lagi sama polisi ke TKP. Apalagi di sodomi sama 7 orang lagi
satu cewe, kita punya akal pikiran itu bukan untuk aksesoris kepala! Lagian tahu kenapa ini pengadilan picek amat
ya sama logika yang beginian, kalau semuanya terdakwa jadi komplotan cabul begitu? Terus secara
bergantian masuk toilet terus ada yang jaga, di luar begitu? Yang depan toiletnya aja udah keliatan
kelas sama lorong yang suka di lalui orang-orang staff atau para murid? Lama-lama
itu penyidik
dari kepolisian itu terlalu mabok atau emang guoblok saking ngeliat duit ijo! Penyidik
pikir itu anak di sodomi pake adegan mission impossible apa? Sampai saat ini
gue ga lihat kronologis yang dibuat oleh penyidik, biasanya itu diperagakan,
nanti bisa gue lihat di Koran, namun ga ada kan? Apa tu penyidik kebingungan timing bergantian
sodominya itu
kayak gimana ama itu korban? Mikir dah sono sampai botak! Terkutuklah oknum polisi atau orang lain yang
mempunyai andil dalam kematian Azwar, semoga hidup nya tidak bahagia sampai tua
dan tunggu di akhirat nanti balasan hak anak yatim, karena disanalah keadilan
benar-benar di tegakkan. Untuk referensi bacaan, agan boleh baca
dibawah ini.
http://fokus.news.viva.co.id/news/read/499983-misteri-kematian-tersangka-kasus-kekerasan-seksual-jis
Ok, kalau Agan-agan bilang gue ga benar, coba please kasih gue
kronologis kayak gimana itu semua terdakwa terlibat? 6 orang dari cleaning
service PT ISS dan 2 orang dari guru JIS, nah sebelumnya itu Ibu korban nunjuk
cleaning service sebagai pelaku yang herannya pertama kali di tunjuk itu cewe sama itu bocah..LAAHHH!! tapi
herannya pengadilan mengiyakan dan terus melanjutkan proses persidangan sampai
akhirnya ada 5 orang lagi dari cleaning service. Nah Si Ibu Korban tahu doi ga bisa tuntut JIS
kalau itu 6
cleaning service nya dari PT ISS, mikir dah. Ujung-ujung punya ujung Ibu Korban
secara membabi buta pilih salah dua guru dari sekian banyak guru JIS gue yakin
itu dua guru terdakwa waktu itu, lagi di tempat yang salah dan waktu yang
salah, karena itu bisa saja di tunjuk Guru lain JIS. Pengadilan pidana tertutup sih ga tau kenapa
di tutup. Sialan, bener-bener pengen liat
gue, biasanya ada jurnalis atau koresponden upload video buat itu berita,
nyatanya ga ada lagi cuman adanya keputusan vonis aja kepada semua terdakwa. Saat
Afriska mau ditangkap juga doi santai aja, toh dia tidak merasa bersalah ga
juga dia melarikan diri, ini bahayanya polisi yang main tangkap saja,
seharusnya kalau terjadi pada agan-agan suatu hari nanti tanya dulu ijin
penangkapan maupun surat panggilan kepolisian, kalau ga ada dua hal itu ga usah
mau walau dipaksa juga, kalau bisa panggil seluruh keluarga lu gan yang
mengerti soal hukum atau dari kalangan wartawan, kalau lu orang dari kalangan
menengah telephone saja pengacara yang lu kenal gan. Yang jelas jangan pernah
mau di bawa ke kantor polisi sendiri! Soalnya bisa bahaya, makanya kita harus
mengenal hak-hak kita saat di situasi seperti Afriska jalani.
http://www.tempo.co/read/news/2014/04/29/064574116/Kronologi-Penangkapan-Afriska-Tersangka-Kasus-JIS
Hadeh kapan ya kepolisian kita itu punya SDM yang bagus, bukan
karena masuk ke badan kepolisian pakai duit tapi bener-bener usaha dengan test
yang internasional gitu, terus memiliki laboratium yang sangat memadai untuk
meneliti dan menyidik yang bisa mengetahui waktu korban meninggal jam berapa
dan kenapa, apakah ada indikasinya atau hal lain hanya dengan sample darah, DNA
dan luka-luka. Kapan ya begitu? Selama
ini sih gue lihat kalau ga pakai dukun, pasti pakai asumsi dan prasangka
penyidik saja, terus maen tangan dah kalau mandek otak.
Keluarga Almarhum sih gue ngerti kenapa mereka ga mau di autopsy
almarhumnya, masalahnya berat bro mungkin ga tega nanti jasadnya kan itu di
belah di acak-acak dan lain-lain untuk mencari kebenaranya, gimana ya
complicated banget dah, walaupun seharusnya di autopsy biar tahu kenapa bisa
meninggal dengan misterius, ini di kantor polisi loh Bro yang katanya AMAN!!
Eaaa… pengamat amatir selalu memantau, mau jadi apa Negara gue…..
sumber : http://hukum.kompasiana.com/2015/05/15/berharap-akan-menjadi-lebih-baik-untuk-pengadilan-di-indonesia-in-your-dream-745353.html
Berharap akan menjadi lebih baik untuk Pengadilan di Indonesia? IN YOUR DREAM!
Reviewed by Antitesa
on
May 15, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
May 15, 2015
Rating:
No comments: