Facebook SDK

banner image

The History OF JIS Cases : The First Report




Sabtu 20 maret 2014 lalu, ayah korban MAK melaporkan dugaan kekerasan seksual ke pihak sekolah Jakarta Intercultural School (JIS). Akan tetapi Stephen Druggan  selaku wakil kepala sekolah tidak bertemu dengan Ayah korban saat itu, melainkan bertemu dengan Ibu Korban di lain waktu yang menyampaikan permintaan kepada pihak sekolah JIS agar laporan dugaan kekerasan seksual  terhadap anaknya, dirahasiakan di muka umum.

Atas permintaan keluarga korban, pihak JIS tentunya merahasiakan laporan tersebut dikarenakan untuk melindungi anak korban dari eksploitasi media. Pihak JIS saat itu mendukung penuh keluarga korban dalam bantuan medis, maupun bantuan pemeriksaan kepada pihak badan kepolisian yang menyelidik kasus tersebut di TKP. (Baca disini : Stephen Druggan : “Sekolah kami sangat luar biasa aman.” Antitesanews.com)

Dalam hasil BAP laporan kepolisian menurut keterangan saksi Ibu korban, terjadinya kekerasan seksual sodomi,  dimulai pada tanggal 2 februari 2014 di toilet anggrek  JIS. Pihak Kepolisian menetapkan 6 tersangka dari petugas cleaning service yakni Awan, Za, Sy, Afrischa, Azwar, Agun. Berlanjut dilakukan pada tanggal 3 februari 2014 sampai akhir bulan tersebut, mereka secara bergantian melakukan tindak asusila kepada korban dengan peran masing-masing seperti memegang korban dan berjaga di pintu toilet. (Baca disini : Runutan Waktu dan Tersangka Pelecehan Seksual di JIS  tempo.co )

Namun diketahui Afrischa atas pengakuan anak korban (MAK) di tuduh memasukkan burungnya ke anus korban MAK, seperti yang diketahui afrischa adalah satu-satunya perempuan yang menjadi tersangka dugaan kekerasan seksual JIS. Tuduhan tersebut tidak bisa menjadi bukti, maka di rubah dakwaan oleh tim kuasa hukum MAK menjadi Afrischa membantu proses kekerasan seksual itu terjadi, bukan menyodomi anak korban sebagaimana kesaksian anak korban dalam BAP. (Baca disini : Afrischa, Perempuan Pertama Yang Dituduh “Menyodomi” antitesanews.com)

Dan pada tanggal 17-20 Maret 2014, menurut laporan BAP,  Afrischa melakukan kekerasan seksual kembali  terhadap korban siswa TK JIS bersama tersangka lain. Namun pada tanggal 19-20 maret 2014 kejanggalan atas laporan dugaan kekerasan seksual JIS mulai terlihat, karena pada tanggal tersebut anak korban MAK bersama teman kelasnya sedang bermain seperti tidak terjadi tindakan kekerasan seksual seperti yang telah di tuduhkan. Kejanggalan tersebut seharusnya bisa mengugurkan tuduhan dari pemeriksaan penyidik karena bertolak belakang dengan bukti─alibi tempat, tanggal dan waktu kejadian. Saat itu aktifitas anak korban MAK berhasil terekam oleh CCTV  pihak sekolah JIS. (Baca disini : Sebuah Bukti Tidak Terjadinya Kekerasan Seksual tvone)

Kejanggalan kasus JIS berlanjut, tewasnya salah satu tersangka bernama Azwar yang dinyatakan bunuh diri di kantor Polda Metro Jaya, kejanggalan tersebut terlihat pada luka-luka memar disekujur tubuh jenazah, apakah benar para terdakwa di paksa dan disiksa untuk mendapatkan pengakuan? Belum ada tindakan yang nyata dari pihak kepolisian untuk mengungkap kasus kematian Azwar yang tidak wajar di kantor badan kepolisian Metro jaya. (Baca disini :  Kompolnas Desak Polisi Tuntaskan Investigasi Kematian Tersangka JIS metronews.com, Apa Wajar Ada Pembersih Lantai di Toilet Polda? Jpnn.com, Kuasa Hukum Terdakwa JIS Minta Kematian Azwar Diselidiki)

Pada tanggal 12 Juni 2014, ibu korban MAK menuduh dua guru JIS melakukan kekerasan Sodomi terhadap anaknya, dua guru JIS sempat mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh ibu korban. Namun entah atas dasar bukti apa, pada 14 juli 2014, dua guru JIS tersebut resmi ditangkap pihak kepoilisian. (Baca disini : Guru JIS Diklaim Lolos Uji Kebohongan tempo.co)

Sempat Ibu korban meminta ganti rugi sebesar 13,5 juta US dollar kepada pihak JIS, akan tetapi tuntutan tersebut di tolak JIS karena pihak sekolah telah membantu jalannya penyidikan dan bantuan lain, terlebih pihak sekolah merasa tidak ada dasar untuk membayar uang sebesar itu, tapi pada awal juni 2014 tuntutan tersebut berubah melejit tinggi sebesar 125 juta US dollar. Di indikasikan Ibu Korban memiliki motif ekonomi dalam pesidangan perdata nanti. (Baca disini : JIS Akan Laporkan Balik Orangtua Korban republika.co.id)

The History OF JIS Cases : The First Report The History OF JIS Cases : The First Report Reviewed by Antitesa on May 21, 2015 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.