Opini masyarakat pada
saat ini, cenderung memiliki persepsi yang menimbulkan simpati dikarenakan si
korban adalah anak berusia 5 tahun. Namun keadilan bukan dilihat dari sisi
simpatik atau opini yang timbul karena sebuah penyakit yang bukan dari jenis
penyakit diakibatkan kekerasan seksual.
"Saya minta
pemerintah Indonesia kawal kasus ini, karena ini belum selesai, dua guru
sebagian kecil dari pelaku, yang lain masih bebas dan masih banyak," ujar
DW di Kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Jalan Proklamasi,
Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015). Pihak lembaga yang bersangkutan tidak harus
serta merta mendukung dan melindungi hanya dikarenakan pelaporan kekerasan
seksual yang tidak berdasarkan bukti yang kuat, seharusnya pihak lembaga juga
menelaah dan menyelidiki kebenaran laporan yang ada dengan independen dan
objektif, tidak berdasarkan simpatik.
Belum lagi keterangan Ibu
korban yang menyatakan bahwa masih banyak lagi pelaku lainnya yang berada di
Jakarta International School (JIS). Pertanyaannya adalah siapa? Mungkinkah si
anak korban tetap dalam kondisi sehat setelah di sodomi oleh 7 orang dewasa
ditambah dengan pelaku lain yang dimaksudkan oleh Ibu korban tadi. Tuduhan yang
membabi buta ini jelas terlalu dibuat-buat. Satu dari antara pelaku adalah
wanita yang bernama Afrischa, yang diketahui ingin segera menikah dengan
pasangannya, pertanyaannya mungkinkah wanita yang memiliki pasangan ini yang
ingin segera menikah melakukan kekerasan seksual lalu berkomunikasi dengan dua
guru JIS dan teman sekerjanya untuk melakukan tindakan asusila tersebut kepada
satu anak yang berusia 5 tahun secara bergantian.
Masyarakat bisa saja
tertipu dengan laporan anak belia disodomi oleh beberapa orang dan menarik
simpati, namun fakta medis dan scientific tidak bisa dikelabui. Keputusan Vonis
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan adalah sesuatu keputusan yang terburu-buru dan
tertutup atau mungkin sengaja dibuat seperti itu agar tuntutan perdata sebesar
125 juta USD dapat dimenangkan oleh pihak penuntun dan berbagai pihak yang mendukung.
Justice is not only for kids but to all human kind
Reviewed by Antitesa
on
April 20, 2015
Rating:
Reviewed by Antitesa
on
April 20, 2015
Rating:

No comments: