Facebook SDK

banner image

Stephen Druggan : “Sekolah kami sangat luar biasa aman.”




Persidangan Perdata Kasus JIS, diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pukul 15:35 wib, tanggal 14 April 2015 telah di mulai. Kuasa Hukum dari pihak JIS menghadirkan Saksi yakni Wakil Kepala Sekolah JIS Mr. Stephen Druggan yang didampingi oleh penerjemah Bahasa Asing yakni Ibu Susan dan Ahli  Dokter Forensik Dr. Ferryal Basbeth sebagai saksi ahli yang akan menjelaskan perihal visum dan materi medis yang terkait. 

Di mulai dengan pertanyaan dari Tim kuasa hukum JIS yaitu Bapak Harry Pontoh yang mempertanyakan peranan Stephen Druggan di dalam aktivitas JIS sebelum dan sesudah laporan dugaan kekerasan seksual dari Ibu Korban. Wakil kepala sekolah itu mulai menguraikan rutinitas kerjanya sebagai wakil kepala sekolah JIS di persidangan, mulai dari awal dia bekerja di JIS pada bulan Juli 2011 sampai saat ini. Salah satunya adalah membuat dan mengembangkan program- program pendidikan sesuai kurikulum standar international, juga pemantauan kinerja para guru dan staff JIS. 

Stephen juga menuturkan kronologis saat keluarga korban pertama kali melaporkan dugaan kekerasan seksual ke pihak sekolah pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2014 yang mana dilaporkan oleh Ayah korban. Akan tetapi Stephen tidak bertemu dengan Ayah korban saat itu, melainkan bertemu dengan Ibu Korban di lain waktu yang menyampaikan permintaan kepada pihak sekolah JIS agar laporan dugaan kekerasan seksual tersebut dirahasiakan di muka umum. Stephen juga menjelaskan bahwa pihak sekolah akan mendukung keluarga korban dalam bantuan medis maupun pemeriksaan dan itu juga pihak sekolah selalu memberikan dukungan terhadap badan kepolisian yang menyelidik kasus tersebut di TKP, “Tidak ada yang di rahasiakan dari kami.” tutur Stephen terbuka dalam persidangan.

Wakil Kepala Sekolah JIS ini pun menambahkan bahwa anak korban masih beraktifitas ke sekolah setelah laporan dugaan kekerasan seksual tersebut di laporkan. Anak korban tidak beraktifitas kembali setelah Ibu korban mengekspose laporan dugaan tersebut ke media televisi.  “Kami tetap mendukung dengan memberikan materi pendidikan selama anak korban berada di rumah, namun Ibu Korban tidak ingin bertemu dengan staff sekolah kami lagi. Kami selalu bekerja sama dengan dengan pihak Polisi, seperti saat mereka butuh foto-foto petugas kebersihan, kami akan sediakan.” Stephen Bruggan Wakil Kepala Sekolah JIS.

Tim kuasa hukum terdakwa menanyakan kepada saksi mengenai keamanan yang ada di JIS selama ini. Stephen menjawab “Kami memiliki CCTV (Closed Circuit Television), lebih dari 300 kamera CCTV yang berada di sekolah kami. Berikut tambahan CCTV di ruang Guru dan staff setelah adanya laporan.” Stephen juga menegaskan didepan persidangan bahwa, “Dasar semua sekolah adalah keamanan bagi anak-anak. Sekolah kami sangat luar biasa aman dan ini sudah di akui oleh lembaga Akreditas standar internasional pendidikan. Yang setiap 5 tahun, tim Akreditas akan berkunjung ke sekolah kami. Yang mulia boleh berkunjung ke sekolah kami, untuk bisa melihat keadaan sekolah kami.” Tutur Stephen Druggan wakil kepala sekolah JIS.
Stephen Druggan : “Sekolah kami sangat luar biasa aman.” Stephen Druggan : “Sekolah kami sangat luar biasa aman.” Reviewed by Antitesa on April 15, 2015 Rating: 5

No comments:

Home Ads

Powered by Blogger.